Advertisement

  • Home
  • SYIDA’I dan AYANA Luncurkan Gerakan Dakwah Ekologis untuk Indonesia Berkelanjutan

SYIDA’I dan AYANA Luncurkan Gerakan Dakwah Ekologis untuk Indonesia Berkelanjutan

Workshop Dakwah Ekologis ini menjadi langkah awal dari berbagai program kolaboratif yang akan terus

Muzakara.com, Ciputat – Komitmen untuk menghadirkan dakwah yang responsif terhadap tantangan zaman kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Dakwah Ekologis bertema “Dakwah Hijau Mewujudkan Kesalehan Ekologis dan Mensejahterakan Umat”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Syi’ar Da’i Indonesia (SYIDA’I) dan Amanah Da’iyah Nusantara (AYANA) yang diselenggarakan di Pusdiklat Kementerian Agama RI, Cikutan, pada tanggal 22–24 Mei 2026.

IMG 20260603 WA0003

Workshop ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara para penggiat dakwah dan para pakar ekonomi serta lingkungan guna membangun paradigma dakwah yang tidak hanya berorientasi pada aspek teologis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup dan pemberdayaan ekonomi umat.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan komitmen bersama antara Ketua Umum Syi’ar Da’i Indonesia, Ustadz Usman Syafruddin, dengan Direktur Utama Amanah Da’iyah Nusantara (AYANA), Bapak Riza Al-Ghamar, yang sepakat untuk mengembangkan berbagai program strategis seperti workshop, Training of Trainers (TOT), pendidikan masyarakat, serta program peningkatan kapasitas para da’i dan da’iyah dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Workshop perdana ini mendapat sambutan yang sangat positif dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus organisasi dakwah, tokoh masyarakat, akademisi, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, serta para pemerhati lingkungan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam sambutannya, Direktur Utama AYANA, Bapak Riza Al-Ghamar, menegaskan bahwa dakwah pada era modern tidak cukup hanya berbicara mengenai aspek keimanan dan keyakinan semata.

IMG 20260603 WA0004

“Dakwah harus mampu menjawab persoalan nyata umat. Selain menguatkan akidah dan spiritualitas, dakwah juga perlu menghadirkan kesadaran ekologis dan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu seorang da’i harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai teologi, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dalam materi dakwahnya sehingga memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam.

“Bumi ini adalah rumah kita bersama. Menjaga dan melestarikannya merupakan amanah yang harus dijalankan. Para da’i memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Siapa lagi yang akan memulai jika bukan kita sendiri,” lanjutnya.

AYANA, menurutnya, merasa bangga dapat berkolaborasi dengan para da’i dan da’iyah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pembinaan masyarakat. Oleh karena itu, AYANA menyatakan kesiapan untuk terus mendukung berbagai program dakwah ekologis, baik melalui kontribusi pemikiran, sumber daya, maupun dukungan program yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum Syi’ar Da’i Indonesia, Ustadz Usman Syafruddin, menyampaikan bahwa dakwah ekologis merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan harmonis dengan sesama manusia dan alam semesta.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir para da’i yang memiliki wawasan ekologis, mampu menjadi teladan dalam menjaga lingkungan, serta berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, berdaya secara ekonomi, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

IMG 20260602 WA0044

Workshop Dakwah Ekologis ini menjadi langkah awal dari berbagai program kolaboratif yang akan terus dikembangkan oleh SYIDA’I dan AYANA dalam rangka memperkuat peran dakwah sebagai instrumen transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan.

“Dakwah Hijau bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata untuk menghadirkan kesalehan ekologis yang berdampak bagi kesejahteraan umat.”

Semoga sinergi ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT dan mewujudkan peradaban yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

Artikel Terkait