Advertisement

  • Home
  • 50 Lembaga Dakwah Pemuda Deklarasikan “Da’i Peduli Sampah”, Siap Kawal Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Kota Global

50 Lembaga Dakwah Pemuda Deklarasikan “Da’i Peduli Sampah”, Siap Kawal Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Kota Global

Gerakan Da'i Peduli Sampah diharapkan menjadi model kolaborasi dakwah dan pembangunan yang dapat direplikasi

Jakarta, 9 Juli 2026 – Sebanyak 50 perwakilan Lembaga Dakwah Pemuda Islam se-DKI Jakarta mendeklarasikan Gerakan Da’i Peduli Sampah sebagai bentuk komitmen nyata mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun budaya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Deklarasi tersebut dibacakan di hadapan seluruh peserta Sarasehan Dakwah Pemuda bertema “Model Intervensi Lembaga Dakwah Pemuda dalam Mensukseskan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah” yang diselenggarakan Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta di Hotel Lumeos, Jakarta Pusat, Kamis (9/7).

Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, pegiat lingkungan, dan organisasi dakwah pemuda untuk membangun sinergi dalam menghadirkan dakwah yang tidak hanya menguatkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga mampu menjawab persoalan lingkungan hidup yang menjadi tantangan masyarakat perkotaan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Suparti dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Titik Nuraini, Founder Sekolah Sampah Nusantara, serta KH. Jamaluddin F. Hasyim, Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua KODI Provinsi DKI Jakarta KH. Jamaluddin F. Hasyim menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan regulasi dan teknologi, melainkan membutuhkan perubahan perilaku masyarakat yang dibangun melalui pendidikan, keteladanan, dan dakwah.

Menurutnya, masjid, majelis taklim, lembaga dakwah, dan para da’i memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu membangun kesadaran kolektif umat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Da’i Peduli Sampah oleh 50 perwakilan Lembaga Dakwah Pemuda Islam se-DKI Jakarta yang berisi lima komitmen bersama, yaitu:

  1. Menjadikan nilai-nilai Islam tentang kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai materi serta konten dakwah.
  2. Mendukung penuh Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 05 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
  3. Siap berkolaborasi dengan pemerintah di seluruh tingkatan dalam menggerakkan masyarakat melaksanakan Gerakan Pilah Sampah dari Sumber.
  4. Berkomitmen memproduksi dan menyebarluaskan konten dakwah bertema “Peduli Sampah” melalui masjid, majelis taklim, media digital, dan berbagai lembaga keagamaan.
  5. Mendukung terbentuknya jaringan Da’i Peduli Sampah yang terstruktur, berkelanjutan, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah menuju Jakarta sebagai Kota Global.

Suasana deklarasi berlangsung penuh semangat. Seluruh peserta secara bersama-sama mengucapkan takbir sebanyak tiga kali sebagai peneguhan komitmen moral untuk menjaga amanah Allah SWT berupa bumi dan lingkungan.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Kebersihan sebagian dari iman. Bersama kita jaga Jakarta untuk generasi mendatang.”

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi tonggak lahirnya gerakan dakwah lingkungan yang terorganisasi di DKI Jakarta. Para da’i tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan dari mimbar, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Melalui gerakan ini, KODI Provinsi DKI Jakarta optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga dakwah, organisasi kepemudaan, pengurus masjid, majelis taklim, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah dari sumber.

MG 2161 scaled

 

Artikel Terkait