Jakarta, Muzakara.com – Penguatan ekonomi umat, kolaborasi organisasi kemasyarakatan Islam, serta pendekatan sosial yang lebih strategis dinilai menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial perkotaan di Jakarta, termasuk tawuran remaja dan konflik antarwarga.
Hal tersebut disampaikan Ketua Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, KH. Jamaluddin F Hasyim, dalam agenda Halaqah Tokoh Dakwah Jakarta yang diselenggarakan bersama Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) Provinsi DKI Jakarta mengusung tema “Peran Da’i/Mubalig dalam Penanganan Konflik Sosial” di Hotel Yuan Garden, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa kekuatan ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan sosial dan politik di berbagai negara. Karena itu, umat Islam didorong untuk membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat solidaritas antarorganisasi agar memiliki daya tawar yang lebih besar dalam pembangunan bangsa.
“Ekonomi adalah fondasi penting dalam kehidupan masyarakat. Ketika umat memiliki kekuatan ekonomi yang kuat, maka kontribusi terhadap pembangunan sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik juga akan semakin besar,” ungkap Ketua KODI DKI Jakarta
Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan sosial seperti tawuran tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Mulai dari tekanan ekonomi, kepadatan permukiman, keterbatasan ruang hidup, lemahnya pendidikan karakter, hingga perubahan sosial di masyarakat perkotaan.
Menurutnya, persoalan tawuran di Jakarta harus dipandang sebagai persoalan multidimensional yang memerlukan solusi komprehensif dan berkelanjutan.
“Ada faktor sosial psikologis, sosiologis, persoalan ruang hidup, pendidikan moral, hingga tekanan ekonomi yang semuanya saling berkaitan dan membentuk realitas konflik sosial di masyarakat,” jelas KH. Jamaluddin F. Hasyim
Dalam forum tersebut juga muncul gagasan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta elemen masyarakat sipil dalam merumuskan langkah-langkah strategis penanganan masalah sosial di Jakarta.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah membangun forum komunikasi bersama antara pemerintah provinsi dan organisasi-organisasi Islam guna menyampaikan gagasan, solusi, serta kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban dan harmoni sosial masyarakat Jakarta.
“Jakarta membutuhkan kolaborasi besar dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, akademisi, dan komunitas warga harus bersama-sama membangun solusi,” tambahnya

Forum tersebut diharapkan menjadi awal dari penguatan gerakan sosial berbasis kolaborasi, yang tidak hanya fokus pada penanganan konflik, tetapi juga membangun kualitas kehidupan masyarakat kota yang lebih sehat, harmonis, dan berkeadaban.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, memperluas ruang dialog, serta membangun optimisme bersama demi masa depan Jakarta yang lebih aman, damai, dan sejahtera.











